CUT OFF ORANG-ORANG YANG TOXIC
Cut off merupakan bahasa gaul yang sudah tidak asing lagi kalangan Gen Z terkhususnya bagi netizen di suatu platform terkenal yaitu Tik-Tok. lantas apa sih cut off?. Cut off dapat diartikan secara sederhana yaitu memutuskan hubungan.
Disini fokus tulisan saya merupakan cut off dalam circle pertemanan. memang tidaklah mudah memutuskan hubungan yang sudah lama terjalin, akan tetapi apabila dilanjutkan akan menjadi suatu hubungan pertemanan yang tidak sehat. di dalam pertemanan itu bukannya membuat diri kita menjadi lebih baik, justru dapat membuat kita menjadi orang yang tidak bisa menerima diri kita sendiri, tidak love yourself istilah gaulnya. bahkan di dalam circle pertemanan itu dapat memberikan dampak negatif bagi diri kita sendiri.
Ada beberapa alasan menurut saya untuk meng-cut off orang-orang yang toxic,
1. berteman tetapi merasa tersaingi hingga menyebabkan iri dengki
2. tidak support. teman yang tidak memberi support terhadap hal baik yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik bukan teman yang baik. teman yang baik adalah teman yang memberi support terhadap hal baik yang kita lakukan.
3. teman yang egois
4. teman yang membawa kita ke hal hal yang negatif
5. teman yang membicarakan keburukan kita kepada orang lain
Poin-poin tersebut merupakan sekian dari beberapa banyaknya penyebab kita dapat men-cut off orang-orang yang toxic dalam circle pertemanan. kita mesti berfikir mana teman yang bisa kita jadikan teman, mana yang tidak. karna lingkungan pertemanan berpengaruh terhadap diri kita sendiri.
satu hal yang perlu di ingat adalah berani bilang tidak apabila memang permintaan mereka menyulitkan dirimu sendiri. jangan meng-iyakan apa yang mereka inginkan. jangan merasa tidak enak apabila hati kamu juga enggan melakukannya. tidak apa-apa jika sedikit dibenci, karena teman yang sesungguhnya adalah teman yang bisa saling memahami, teman yang bak cermin. apabila kita tersenyum di sebuah cermin, pantulan bayangan tersebut juga akan tersenyum, dan apabila bersedih pantulan dari cermin tersebut juga bersedih.
Komentar
Posting Komentar